SOFT LAUNCHING HONDA FREED, 11 MARET 200920 Maret 2009
Honda Freed, Sang Fenomenal Otomotif 2009
Senin, 16/3/2009 | 07:57 WIB
KOMPAS.com — Anda tentu penasaran kala Kompas.com mengadakan acara soft launching
Honda Freed, 11 Maret lalu di XXI Ballroom, Djakarta Theater, Jakarta.
Seperti apa sih interiornya, mulai dari kabin penumpang sampai ke
bagian belakangnya?
Primadona otomotif 2009 Ketika
Nissan Grand Livina hadir meramaikan pasar otomotif di Tanah Air pada
bulan Mei 2007, mobil itu langsung menjadi fenomenal. Kendaraan yang
tergolong multi purpose vehicle (MPV) dengan 7-seater
itu muncul dengan dua versi mesin dan punya pilihan lebih dari lima
varian. Tak pelak, hanya beberapa bulan, mobil itu laku hingga puluhan
ribu unit.
Tampaknya, Honda Freed yang bakal dilempar ke pasaran
Indonesia pada Juni mendatang oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) bakal
menjadi fenomenal atau primadona otomotif 2009. Sama seperti Grand
Livina, Freed hadir sebagai MPV 7-seater di saat konsumen
menghadapi kejenuhan model sebagai pilihan dan dunia lagi dilanda
krisis ekonomi global yang membuat harga mobil terus naik.
Apakah
Freed nanti akan seheboh Nissan Grand Livina? Harus dilihat dari dua
sisi. Kalau dari model, tampaknya, ya. Karena ketika Kompas.com menyaksikan dari dekat, setengah tidak percaya. Terutama pada bagian interiornya yang diklaim sebagai 7-seater, benar-benar sesuai dengan klaimnya.
Bayangkan,
ketika Marketing & Aftersales Service Director PT HPM Jonfis Fandy
masuk ke ruang kabin tengah dan langsung duduk di belakang, ia cukup
menundukkan kepalanya sedikit, begitu juga ketika ke luar. Padahal,
tinggi postur tubuhnya di atas 1,70 meter.
Malah, ada seorang
pria yang tingginya sekitar 1,60 meter, dengan sedikit menundukkan
kepala dan badan, bisa berjalan dari ruang tengah sampai ke luar lewat
pintu belakang dengan cepat.
Padahal, lebar Freed 1.695 mm, sama
dengan All New Honda Jazz. Kecuali jarak sumbu roda lebih panjang 325
mm dari Jazz terbaru (2.740 mm) dan tingginya yang 1.715 mm. Bukan
dimensi saja yang bikin minivan ini benar-benar layak dijuluki "Real
7-Seater", melainkan karena desain.
Freed mengusung konsep
Triangle Square. Kalau dilihat dari samping, bentuk depan segitiga dan
mulai ruang kabin tengah sampai ke belakang membentuk kotak. Inilah
yang membuat ruang kabin menjadi lega. Ditambah lagi, kursi paling
belakang bisa dilipat (flip up) sesuai dengan kebutuhan.
Menariknya
lagi, penumpang tak perlu repot ketika hendak keluar, sekalipun di
kiri-kanan ada mobil. Karena kedua pintu sudah memakai sistem sliding door. Lalu, kursinya model terpisah (captain seat), baik tengah maupun belakang.
Free + Do = Bebas bergerak Jadi, sebutan Freed itu bukan asal nama. Honda mengartikannya dari free + do (Freed),
jadi penumpang bisa begitu leluasa bergerak di ruang kabin, apalagi
untuk anak-anak bisa untuk bermain jika kursi belakang dilipat.
Pokoknya, cocok sebagai kendaraan keluarga.
Tetap mengandalkan
mesin 1.500 cc i-VETC, Freed sudah memenuhi standar Euro4. Interiornya
juga mewah. Tak banyak tombol-tombol dan tongkat transmisi (Hanya
keluar versi transmisi otomatis) diposisikan di dasbor sehingga tak ada
konsol boks dan menjadikan ruang kemudi lebih lapang.
Indikator
penunjuk kecepatan dirancang sesuai dengan posisi pandang pengemudi,
berada bagian paling atas dari dasbor. Di bawahnya masih ada ruang
untuk menempatkan tombol-tombol tambahan dan terdapat tempat minum,
baik pengemudi, maupun penumpang depan.
Dari sisi model dan
konsep, Freed bisa menjadi fenomenal. Tinggal sekarang, dari sisi
harga. Jonfis memang masih bungkam. Namun, ia sempat memberi petunjuk
kalau harganya enggak mungkin di bawah All New Honda Jazz. Saat ini,
Honda Jazz versi termahalnya sekitar Rp 213,5 juta.
sumber : kompas.com
|